Lewati ke konten
Arrows Restaurant - Dunia Kuliner, Resep & GamingTemukan resep lezat, inspirasi kuliner, dan makanan favorit untuk menemani petualangan gaming di Arrows Restaurant

Makanan dan Minuman dalam Sekiro: Inspirasi Kuliner Jepang dari Dunia Shinobi

Ketika membicarakan Sekiro: Shadows Die Twice, hal pertama yang biasanya terlintas adalah pertarungan pedang, suara benturan katana, dan musuh yang seolah tidak memberikan kesempatan kepada pemain untuk bernapas. Game buatan FromSoftware ini memang dikenal karena sistem pertarungannya yang menuntut ketepatan waktu, kesabaran, dan kemampuan membaca gerakan lawan.Namun, di balik pertarungan melawan Genichiro Ashina, Guardian Ape, dan Isshin, terdapat detail lain yang menarik untuk diperhatikan: makanan dan minuman.

Sekiro tidak memiliki sistem memasak selengkap MMORPG atau game survival. Pemain tidak menghabiskan waktu untuk mengumpulkan daging, membangun dapur, atau membuat puluhan resep. Meski demikian, sejumlah item yang dapat dikonsumsi memiliki peran penting dalam gameplay maupun cerita.

Ada beras yang berkaitan dengan Divine Child, bola nasi manis yang diberikan Kuro, berbagai jenis sake, serta Healing Gourd yang selalu menjadi andalan Wolf ketika terluka.

Menariknya, beberapa unsur tersebut juga membuka jalan untuk mengenal kuliner Jepang, mulai dari tradisi makan nasi hingga budaya menikmati sake.

Lantas, apa hubungan makanan dalam Sekiro dengan budaya Jepang? Dan hidangan seperti apa yang bisa kita buat di dunia nyata dengan mengambil inspirasi dari perjalanan seorang shinobi?

Sekiro dan Gambaran Jepang pada Masa Sengoku

Sekiro mengambil inspirasi dari Jepang pada akhir periode Sengoku, masa yang sering dikaitkan dengan konflik antarkelompok samurai dan perebutan kekuasaan. Akan tetapi, dunia Ashina bukan rekonstruksi sejarah yang sepenuhnya realistis.

FromSoftware memadukan suasana Jepang feodal dengan unsur fantasi, mitologi, kekuatan supernatural, dan tokoh-tokoh fiktif.

Karena itu, kita tidak seharusnya menganggap seluruh makanan atau benda yang muncul dalam Sekiro sebagai bukti langsung mengenai kebiasaan masyarakat Jepang pada suatu tahun tertentu.

Meski demikian, pemilihan objek seperti beras, sake, dan kesemek terasa selaras dengan latar budaya Jepang yang menjadi inspirasi visual game tersebut.

Bagi pemain yang menyukai kuliner, detail kecil seperti ini justru menarik. Makanan bukan hanya soal mengisi perut karakter, tetapi juga dapat membantu membangun suasana dunia permainan.

1. Rice: Mengapa Beras Memiliki Makna Penting dalam Sekiro?

Salah satu item makanan yang paling menarik dalam Sekiro adalah Rice atau beras.

Item ini berkaitan dengan Divine Child of Rejuvenation, karakter yang ditemui pemain di kawasan Senpou Temple.

Dalam gameplay, Rice merupakan consumable yang memberikan pemulihan Vitality secara bertahap setelah digunakan.

Namun, peran beras tidak berhenti pada fungsi penyembuhan.

Hubungannya dengan Divine Child dan rangkaian cerita tertentu membuat item ini memiliki makna naratif yang jauh lebih besar daripada sekadar makanan biasa.

Ini merupakan contoh bagaimana sebuah bahan pangan sederhana dapat memperoleh arti simbolis dalam sebuah video game.

Beras dalam Kebudayaan Jepang

Di dunia nyata, nasi merupakan bagian penting dari tradisi makanan Jepang.

Beras digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari nasi putih sehari-hari, onigiri, sushi, bubur nasi, hingga makanan musiman dan sajian upacara tertentu.

Secara historis, beras juga memiliki hubungan dengan pertanian, ekonomi, dan struktur sosial Jepang.

Namun, penting membedakan sejarah tersebut dengan unsur supernatural yang ditampilkan Sekiro. Beras di dunia nyata tentu tidak memiliki kemampuan menyembuhkan luka secara ajaib.

Yang dapat kita ambil sebagai inspirasi adalah bagaimana bahan sederhana seperti beras mampu menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus cerita.

2. Sweet Rice Ball: Makanan Sederhana dengan Makna Emosional

Selain Rice, pemain Sekiro juga dapat menemukan Sweet Rice Ball yang berkaitan dengan Kuro.

Item ini menarik karena makanan tersebut tidak sekadar muncul sebagai barang konsumsi tanpa konteks.

Kuro, sosok yang memiliki hubungan erat dengan Wolf, memberikan makanan tersebut dalam rangkaian interaksi tertentu.

Dalam gameplay, Sweet Rice Ball dapat memulihkan Vitality secara bertahap.

Namun, dari sudut pandang cerita, pemberian makanan terasa seperti momen perhatian di tengah dunia yang dipenuhi konflik.

Wolf hampir selalu berada dalam situasi berbahaya. Ia menghadapi prajurit, shinobi lain, makhluk supernatural, dan berbagai musuh yang berusaha menghentikannya.

Karena itu, adegan sederhana yang melibatkan makanan dapat memberikan kontras emosional yang kuat.

Di tengah pertumpahan darah, ada seseorang yang masih memikirkan kebutuhan Wolf.

Apakah Sweet Rice Ball Sama dengan Onigiri?

Sweet Rice Ball dalam Sekiro dapat mengingatkan pemain pada tradisi makanan berbahan nasi di Jepang.

Namun, kita tidak perlu menganggapnya identik dengan satu resep modern tertentu.

Onigiri umumnya dibuat dari nasi yang dibentuk dan dapat diberi isian atau dibungkus nori. Sementara itu, berbagai makanan manis Jepang juga menggunakan beras atau tepung beras sebagai bahan utama.

Untuk membuat makanan yang terinspirasi dari Sekiro, kita bisa mengambil konsep bola nasi sederhana tanpa mengklaim bahwa hasilnya merupakan replika resmi hidangan dalam game.

3. Healing Gourd: Mengapa Wolf Menggunakan Labu untuk Pemulihan?

Healing Gourd merupakan salah satu item paling dikenal dalam Sekiro.

Wolf menggunakan wadah berbentuk labu tersebut untuk memulihkan Vitality selama petualangan.

Jumlah penggunaannya terbatas, tetapi kapasitasnya dapat ditingkatkan melalui Gourd Seed yang diberikan kepada Emma.

Berbeda dengan Rice atau Sweet Rice Ball, Healing Gourd tidak sebaiknya disebut sebagai hidangan.

Item ini merupakan wadah berisi cairan pemulih dalam dunia fantasi Sekiro.

Walaupun demikian, bentuk wadahnya memiliki hubungan menarik dengan penggunaan labu kering sebagai tempat menyimpan cairan dalam berbagai kebudayaan.

Labu sebagai Wadah Tradisional

Sebelum botol modern digunakan secara luas, manusia memanfaatkan berbagai bahan alami untuk menyimpan atau membawa cairan.

Beberapa jenis labu dapat dikeringkan dan diolah menjadi wadah.

Bentuk wadah seperti ini juga sering muncul dalam cerita rakyat, seni, dan penggambaran tokoh pengembara.

Healing Gourd memanfaatkan kesan tradisional tersebut untuk memperkuat identitas dunia Sekiro.

Ketika Wolf menggunakan Healing Gourd, pemain melihat mekanisme penyembuhan yang sederhana, tetapi secara visual tetap sesuai dengan latar fantasi Jepang yang dibangun permainan.

Tentu saja, tidak ada minuman dunia nyata yang bekerja seperti cairan penyembuh dalam game.

4. Sake dalam Sekiro: Lebih dari Sekadar Minuman

Sake memiliki peran yang berbeda dari Healing Gourd.

Dalam Sekiro, sejumlah jenis sake dapat diberikan kepada karakter tertentu untuk membuka percakapan dan informasi tambahan.

Beberapa contohnya adalah Unrefined Sake, Ashina Sake, Dragonspring Sake, dan Monkey Booze.

Interaksi tersebut membantu pemain mengenal latar belakang karakter, hubungan mereka, dan berbagai potongan cerita yang mungkin tidak dijelaskan secara langsung melalui adegan utama.

Dengan kata lain, sake dalam Sekiro berfungsi sebagai perangkat penceritaan.

Pemain tidak sekadar mengumpulkan sebuah minuman. Mereka dapat menggunakannya untuk menemukan percakapan yang memperkaya pemahaman mengenai dunia Ashina.

Apa Itu Sake di Dunia Nyata?

Sake merupakan minuman beralkohol Jepang yang secara umum dibuat melalui proses fermentasi beras.

Proses pembuatannya melibatkan pengolahan pati beras menjadi gula yang kemudian difermentasi.

Dalam budaya Jepang, sake memiliki sejarah panjang dan muncul dalam berbagai konteks sosial maupun upacara.

Namun, jenis sake di Sekiro tidak bisa langsung disamakan dengan klasifikasi sake komersial modern.

Nama dan fungsi item dalam game mengikuti kebutuhan dunia fiksi serta penceritaannya.

Untuk pembaca yang ingin mencoba minuman terinspirasi dari suasana Jepang tanpa alkohol, teh hijau hangat atau mugicha dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.

5. Persimmon: Kesemek yang Berkaitan dengan Divine Child

Satu lagi makanan yang patut diperhatikan dalam Sekiro adalah Persimmon atau kesemek.

Buah ini memiliki hubungan dengan Divine Child dalam rangkaian interaksi tertentu.

Kesemek bukan buah yang asing bagi masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah, buah ini juga dikenal dan dijual sebagai buah konsumsi.

Dalam budaya kuliner Jepang, kesemek disebut kaki.

Buah tersebut dapat dimakan dalam keadaan segar ketika sudah sesuai tingkat kematangannya, dan varietas tertentu juga dapat diolah menjadi kesemek kering.

Penggunaan kesemek dalam Sekiro menarik karena buah tersebut merupakan bahan pangan nyata, tetapi ditempatkan dalam konteks cerita yang memiliki unsur spiritual dan supernatural.

Dengan demikian, pemain memperoleh dua lapisan pengalaman: mengenali objek yang masuk akal secara budaya dan mengikuti fungsi khususnya dalam dunia game.

Mengapa Sekiro Tidak Memiliki Sistem Cooking Seperti MMORPG?

Setelah melihat berbagai makanan dan minuman tersebut, muncul pertanyaan: mengapa pemain tidak bisa memasak sendiri dalam Sekiro?

Jawabannya berkaitan dengan arah desain permainan.

Sekiro menempatkan pertarungan berbasis posture, deflection, mobilitas, dan penguasaan pola serangan sebagai inti pengalaman.

Game ini tidak dirancang sebagai simulasi kehidupan, permainan survival, atau MMORPG dengan profesi produksi yang luas.

Menambahkan sistem memasak yang kompleks mungkin dapat memberikan aktivitas tambahan, tetapi juga berpotensi mengalihkan perhatian dari pengalaman utama yang ingin disampaikan pengembang.

Karena itu, consumable dalam Sekiro cenderung digunakan untuk mendukung pertarungan, eksplorasi, atau perkembangan cerita.

Pendekatan tersebut berbeda dari game yang menjadikan pengumpulan bahan dan pembuatan makanan sebagai bagian utama perkembangan karakter.

Hubungan Makanan dengan Tingkat Kesulitan Sekiro

Sekiro terkenal sebagai permainan yang sulit bagi banyak pemain, tetapi penyebabnya bukan karena karakter kekurangan makanan atau consumable.

Tantangan utamanya terletak pada kemampuan memahami mekanisme pertarungan.

Pemain harus belajar kapan melakukan deflection, kapan menghindar, kapan menyerang, dan bagaimana menghadapi serangan berbahaya.

Healing Gourd dan item pemulihan dapat membantu pemain bertahan lebih lama, tetapi tidak menggantikan penguasaan mekanisme tersebut.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pengalaman Sekiro terasa berbeda dari beberapa game action RPG lain yang memberikan lebih banyak ruang untuk mengatasi tantangan melalui peningkatan level atau variasi build.

Perbandingan tersebut juga dibahas dalam artikel mengapa Sekiro terasa lebih sulit dibandingkan Elden Ring di GoodOldDaysFarm.com.

Dari sudut pandang kuliner dalam game, perbedaan ini menarik. Makanan dan minuman di Sekiro membantu perjalanan Wolf, tetapi kemenangan tetap sangat bergantung pada keterampilan pemain.

Inspirasi Resep Jepang dari Dunia Sekiro

Setelah mengenal makanan dan minuman dalam Sekiro, kita bisa mencoba membawa sebagian suasananya ke dapur.

Resep berikut merupakan interpretasi kuliner yang terinspirasi dari tema game, bukan resep resmi FromSoftware maupun rekonstruksi makanan Jepang pada periode Sengoku.

Resep 1: Onigiri Sederhana ala Bekal Shinobi

Onigiri merupakan pilihan yang menarik karena mudah dibawa dan menggunakan nasi sebagai bahan utama.

Walaupun tidak identik dengan Sweet Rice Ball dalam Sekiro, bentuknya cocok sebagai inspirasi bekal seorang pengembara.

Bahan

  • 200 gram nasi Jepang matang atau nasi pulen yang masih hangat.
  • 1 lembar nori, dipotong sesuai kebutuhan.
  • Garam secukupnya.
  • Isian pilihan, misalnya tuna matang atau ayam suwir matang.
  • Air bersih untuk membasahi tangan saat membentuk nasi.

Cara Membuat

  1. Siapkan nasi matang yang masih cukup hangat agar mudah dibentuk.
  2. Basahi tangan dengan air bersih dan gunakan sedikit garam.
  3. Ambil sebagian nasi, kemudian buat ruang kecil di bagian tengah.
  4. Masukkan isian yang sudah matang.
  5. Tutup dengan nasi dan bentuk menjadi segitiga atau bulatan.
  6. Tambahkan nori pada bagian luar.
  7. Sajikan segera atau simpan dengan cara yang aman jika belum akan dimakan.

Onigiri cocok dijadikan camilan mengenyangkan atau bagian dari bekal makan.

Jika menggunakan isian yang mudah rusak, jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang.

Resep 2: Dango Manis sebagai Inspirasi Sweet Rice Ball

Ilustrasi makanan dan minuman dalam Sekiro Shadows Die Twice yang terinspirasi dari budaya kuliner Jepang
Dunia Sekiro: Shadows Die Twice menghadirkan berbagai makanan dan minuman yang berkaitan dengan perjalanan shinobi serta inspirasi budaya Jepang.

Jika ingin membuat hidangan yang lebih dekat dengan konsep bola-bola berbahan beras, dango dapat menjadi inspirasi menarik.

Dango merupakan kudapan Jepang yang umumnya dibuat dari tepung beras atau campuran tepung beras tertentu.

Teksturnya kenyal dan dapat disajikan dengan berbagai pelengkap.

Bahan

  • 100 gram tepung beras ketan.
  • Air secukupnya untuk membentuk adonan.
  • 2 sendok makan gula untuk saus.
  • 3 sendok makan air untuk saus.
  • Sejumput garam.

Cara Membuat

  1. Masukkan tepung beras ketan ke dalam mangkuk.
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan dapat dibentuk.
  3. Bentuk menjadi bola-bola kecil dengan ukuran seragam.
  4. Didihkan air dalam panci.
  5. Rebus bola adonan hingga mengapung, lalu lanjutkan memasak sebentar sampai matang.
  6. Angkat dan tiriskan.
  7. Panaskan gula, air, dan sedikit garam hingga menjadi saus sederhana.
  8. Sajikan dango dengan saus manis.

Hasil resep ini adalah kudapan yang terinspirasi dari tema bola nasi manis, bukan tiruan pasti item Sweet Rice Ball di Sekiro.

Tekstur dango yang kenyal juga perlu diperhatikan saat disajikan kepada anak kecil atau orang yang memiliki kesulitan mengunyah dan menelan.

Resep 3: Teh Hijau Hangat untuk Menemani Petualangan

Sekiro memiliki berbagai item minuman dengan fungsi naratif. Untuk versi dunia nyata yang sederhana dan tanpa alkohol, teh hijau hangat dapat menjadi pendamping makanan terinspirasi Jepang.

Bahan

  • 1 kantong teh hijau atau sekitar 2 gram daun teh hijau.
  • 200 ml air panas.
  • Madu secukupnya jika diinginkan.

Cara Membuat

  1. Panaskan air, lalu biarkan suhunya sedikit turun agar tidak terlalu mendidih saat menyeduh teh.
  2. Masukkan teh ke dalam cangkir atau teko.
  3. Tuangkan air panas.
  4. Seduh sesuai petunjuk produk, biasanya sekitar satu hingga tiga menit tergantung jenis teh.
  5. Angkat daun atau kantong teh.
  6. Sajikan hangat.

Teh hijau tidak memberikan kemampuan supernatural seperti minuman dalam game. Namun, minuman ini dapat menjadi pelengkap yang cocok untuk menikmati onigiri atau kudapan Jepang.

Bagaimana Makanan Membantu Membangun Cerita Sekiro?

Dalam banyak video game, makanan hanya berfungsi sebagai angka.

Karakter memakan sebuah item, HP bertambah, lalu permainan berlanjut.

Sekiro menunjukkan bahwa consumable juga dapat memiliki nilai cerita.

Rice berkaitan dengan Divine Child. Sweet Rice Ball mengingatkan pemain pada hubungan antara Kuro dan Wolf. Sake membuka kesempatan untuk mendengar percakapan yang memperkaya latar karakter.

Setiap item memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya membantu membuat dunia permainan terasa lebih hidup.

Hal ini menunjukkan bahwa desain makanan dalam game tidak harus kompleks untuk menjadi menarik.

Sebuah item sederhana dapat memiliki dampak emosional jika ditempatkan pada momen yang tepat.

Apakah Makanan dalam Sekiro Lebih Realistis daripada Makanan MMORPG?

Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan ini.

Sekiro memiliki sejumlah item yang terinspirasi dari bahan atau benda nyata, tetapi fungsinya tetap dipengaruhi oleh dunia fantasi.

Healing Gourd, misalnya, memberikan pemulihan yang jauh melampaui kemampuan minuman biasa.

Rice juga memiliki fungsi gameplay yang tidak bisa disamakan dengan efek memakan nasi di dunia nyata.

Sementara itu, beberapa MMORPG menggunakan makanan sebagai sumber peningkatan statistik seperti Strength, Vitality, atau atribut lain.

Kedua pendekatan tersebut sama-sama tidak realistis secara harfiah.

Perbedaannya terletak pada tujuan desain.

Sekiro menggunakan consumable untuk mendukung pertarungan dan cerita yang terfokus. MMORPG dapat menggunakan makanan untuk mendukung sistem profesi, ekonomi, dan pengembangan karakter yang lebih luas.

Karena itu, makanan yang paling menarik bukan selalu makanan yang paling realistis, melainkan makanan yang memiliki fungsi sesuai dengan dunia permainannya.

Jangan Sampai Wolf Sudah Pulih, tetapi Pemainnya Lupa Makan

Ada satu hal yang sering terasa lucu ketika memainkan game sulit seperti Sekiro.

Pemain sangat memperhatikan jumlah Healing Gourd yang tersisa, tetapi terkadang justru lupa memeriksa kebutuhan dirinya sendiri.

Ketika menghadapi boss yang sulit, seseorang mungkin mengulang pertarungan berkali-kali tanpa menyadari sudah duduk terlalu lama.

Padahal, istirahat, minum air, dan makan secara teratur tetap penting.

Jika merasa frustrasi setelah gagal berkali-kali, meninggalkan permainan sejenak bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada terus memaksakan diri.

Menyiapkan makanan sederhana sebelum bermain juga dapat membantu menghindari kebiasaan menunda makan.

Onigiri, nasi dengan lauk sederhana, atau sup hangat dapat menjadi pilihan, tergantung kebutuhan dan selera.

Bagaimanapun, mengalahkan Isshin tidak akan terasa menyenangkan jika tubuh sudah terlalu lelah untuk menikmatinya.

Kesimpulan: Kuliner Sekiro Menunjukkan Bahwa Makanan Bisa Menjadi Bagian Penting dari Cerita

Sekiro: Shadows Die Twice mungkin bukan game memasak, tetapi makanan dan minuman tetap memiliki tempat yang menarik di dalamnya.

Rice dan Sweet Rice Ball menghubungkan mekanisme pemulihan dengan hubungan antarkarakter. Healing Gourd menjadi simbol persiapan Wolf menghadapi bahaya. Sake membantu membuka percakapan, sementara Persimmon memiliki kaitan dengan rangkaian cerita Divine Child.

Di balik seluruh item tersebut, terdapat inspirasi budaya Jepang yang dapat dieksplorasi melalui kuliner dunia nyata.

Kita bisa mencoba membuat onigiri, dango, atau teh hijau hangat sambil menikmati suasana permainan yang terinspirasi dari Jepang feodal.

Tentu saja, makanan tersebut tidak akan membuat kita mampu melakukan deflection sempurna atau bangkit kembali setelah dikalahkan boss.

Namun, makanan dapat memberikan pengalaman berbeda: menghubungkan dunia fantasi yang kita mainkan dengan rasa, bahan, dan tradisi kuliner yang benar-benar ada.

Untuk inspirasi resep gamer, makanan dalam video game, dan pembahasan kuliner lainnya, jelajahi artikel di ArrowsRestaurant.com.

Anda Mungkin Suka

Artikel Kategori Zhao Yun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *